Breaking News

Terungkap fakta Ilmiah, Fenomena Aneh di Langit Makassar

Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika Wilayah VI kota Makassar membeberkan fakta ilmiah tentang fenomena aneh yang terjadi di langit kota Makassar. 

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Maros – Makassar Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Abdul Mothalib  saat bertemu Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto di rumah jabatan walikota beberapa waktu lalu memperlihatkan sebuah fenomena aneh di atas langit Makassar, berupa pergerakan awan tebal yang tidak biasa.


“ Dari hasil pemantauan yang kami lakukan, beberapa kali sekumpulan awan tebal yang bergerak ke daratan kota Makassar gagal menembus daratan dan pecah di pinggir laut. Padahal, awan tebal yang membawa curah hujan tinggi ini sangat berpotensi membuat kota Makassar mengalami kebanjiran “ ujar Abdul Mothalib.

Menurut Abdul Mothalib, kondisi alam ini kemungkinan akibat suhu yang terjadi di atmosfer,  di mana permukaan laut yang lebih dingin dan masuk kedaratan Makassar yang lebih hangat, akibatnya awan lebih banyak pecah di laut. 

“ Kita tidak tahu kenapa fenomena ini terjadi beberapa kali, padahal jika awan - awan tebal ini berhasil tembus ke daratan, potensi banjir sangat mungkin terjadi di Makassar,  tapi alhamdulillah, inilah kekuasaan Allah “ lanjutnya.

Terkait perkembangan kondisi cuaca di kota Makassar, Abdul Mothalib menjelaskan jika Makassar saat ini sedang mengalami masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Menurutnya, fase ini menyebabkan curah hujan kerap mengalami spot – spot dan  tidak menyeluruh di seluruh wilayah Makassar.

“ Biasanya lebih banyak terjadi di sore hari, dan malam hari. Karena interval hujan tidak merata " lanjutnya.

Bukan hanya itu, fenomena alam lainnya yang juga cukup mencengangkan warga Makassar saat pemkot Makassar menggelar festival gerhana matahari 2016 " battu ratema' ri bulan " di anjungan pantai losari, sabtu (9/3/2016).

Sebuah lafal Allah tiba - tiba saja tertulis dilangit Makassar pada pukul 8.35 wita, bertepatan pada puncak gerhana matahari 88 %. Lafal Allah ini berhasil di abadikan Muhammad Fahrud Rasyid, seorang fotografer lokal  yang bekerja di Surat Kabar Amanah. Foto yang beredar luas di internet ini, memperlihatkan bias - bias cahaya gerhana matahari yang membentuk lafal Allah di langit yang sedang gelap.

Sementara itu, Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto saat  merespon fenomena alam ini memberikan sejumlah penjelasan.

“ Alhamdulillah, Allah memberikan berkah kepada Makassar. Kami percaya, Makassar akan tegak berkat doa orang – orang tua, doa anak yatim, doa orang – orang yang di kabulkan, makanya Makassar harus di jaga dengan kejujuran, di jaga dengan profesionalisme dan di jaga dengan doa – doa yang tulus. Fenomena ini memang tidak biasa, awan besar yang tidak sampai di daratan Makassar, lafal Allah di langit Makassar, semua itu bisa terjadi jika Allah berkehendak. Patutlah kita semua melafalkan syukur “ ujar Danny Pomanto.

Saat berbincang dengan sejumlah pimpinan BMKG, Danny Pomanto mencurahkan sejumlah pengalamannya setiap curah hujan tinggi sedang terjadi di Makassar.

“ Saya itu kadang was – was kalau hujannya berlangsung lama, kordinasi di WhatsApp biasanya langsung  meninggi,  cek camat dan lurah, memantau satgas anti banjir, kita cek portal berita, cek laporan warga, semua potensi kita gerakkan,  selanjutnya yang kita lakukan berdoa. Bahkan, beberapa kali kami keluarkan surat edaran ke masjid – masjid, ke rumah - rumah ibadah untuk mengajak seluruh warga memperbanyak doa agar kota ini terhindar dari bahaya, terhindar dari bencana, termasuk banjir. Dan Alhamdulillah, dari yang kita bisa lihat sejauh ini, genangan semakin berkurang, wilayah – wilayah yang dulu sering terkena banjir juga semakin berkurang jika di bandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya “ ujar Danny.

About Unknown

Unknown
Recommended Posts × +

0 komentar:

Posting Komentar