Breaking News

Korsel Bantu Indonesia wujudkan E- Government

Pemerintah Korea Selatan  memperlihatkan kontribusi besarnya terhadap meningkatan kualitas sumber daya aparat pemerintah Indonesia dibidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Melalui Korea International Cooperation Agency (KOICA), Korsel mendanai proyek pengembangan SDM berupa program pelatihan di bidang tekhnologi informasi komunikasi yang diperuntukkan bagi pegawai negeri sipil di Indonesia ( Local  Training For IT Capacity Building Training of Government Officials.


Proyek bersama ini melibatkan Kementerian komunikasi dan informatika, ( KOMINFO) serta  Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai leading sector.

" Program ini melatih 1460 PNS pusat  dan berbagai daerah di Indonesia secara bertahap termasuk 30 aparatur pemerintah dari Timor Leste sebagai bagian dari South-South Cooperation. Pada tahap ini, sebanyak 60  peserta untuk kita latih di dua kategori, yakni manajer public information management serta developer web programming " ujar Kepala Badan Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( BPPTIK ) kementerian Komunikasi dan Informatika, Nusirwan pada saat membuka Local Training For IT Capacity Building Training of Government Officials di gedung serbaguna BPPTIK Cikarang - Bekasi, Jawa Barat, senin ( 28/3 ).

Nusirwan berharap implementasi e-Government di Indonesia dapat lebih maju seiring dengan meningkatnya kompetensi para aparatur pemerintah di bidang teknologi, informasi dan komunikasi ( TIK ).

Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, 28 Maret hingga 1 April, dengan melibatkan sejumlah instruktur nasional di bidang TIK.

Dari 60 peserta, dua di antara nya berasal dari diskominfo Makassar yang dinyatakan  berhasil lolos seleksi dan berhak ikut dalam pelatihan ini.

" Untuk tahap ini, ada dua PNS kami yang berhasil lolos seleksi sebagai peserta. Tentu ini hal yang positif, utamanya dalam mendorong kemajuan pelayanan informasi publik serta program Makassar smart city yang dicanangkan pak walikota " ujar Kepala Diskominfo Makassar, Muhammad Ismounandar saat di hubungi di Makassar, selasa ( 29/3 ).

Gedung beserta sebagian besar peralatan di BPPTIK merupakan hibah dari KOICA  yang merupakan badan resmi dari Korea untuk misi bantuan dan kerjasama bagi negara-negara berkembang. Gedung ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang berstandar Internasional, seperti Operating System Lab, CAD Lab, Programming Lab, Software Engineering Lab, Networking Lab, Database Lab, ruangkelas multiguna, ruang konferensi, Internet Café, perpustakaan, Animation Lab, Multimedia Lab, Graphics Design Lab, ruangan Joint Lecture, Welfare building, aula, kantin & ruang makan, Gymnasium, gedung asrama untuk peserta dan instruktur.

Peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 7 Mei 2007 oleh Muhammad Nuh yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Kominfo bersama Duta Besar Korea saat itu Mr. Kim Ho-
young. Pada tanggal 31 Mei 2011, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring meresmikan fasilitas negara ini untuk dipergunakan dan dimanfaatkan secara luas bagi industri dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan serta pelatihan dalam lingkup Teknologi Informasi dan Komunikasi.

BPPTIK fokus pada pelaksanaan pelatihan serta uji kompetensi dan sertifikasi
pada 9 lingkup bidang TIK, yakni Information Technology Basic, Database, Networking, Programming, Multimedia & Animation, Operating System,CAD, Software Engineering, serta Graphics Design.

About Unknown

Unknown
Recommended Posts × +

0 komentar:

Posting Komentar