Kota Makassar sukses ambil bagian pada event International Global Game Jam 2016. Bertempat di rumah software Indonesia Makassar Technopark (RSI MTP) , puluhan developer game asal Makassar berhasil menciptakan lima aplikasi game yang langsung di apload ke www.globalgamejam,org, situs resmi
global game jam ( GGJ ) 2016.
“
Alhamdulillah, hasilnya sangat memuaskan. Kerja keras anak – anak kita selama
tiga hari tiga malam tanpa jeda tidaklah sia – sia. Membuat aplikasi game itu
butuh waktu lama sebenarnya, namun mereka bisa menyelesaikannya hanya dengan
tiga hari “ ujar kepala dinas Komunikasi
dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Ismounandar saat dikonfirmasi, senin (1/2/2015).
Menurut
Ismounandar, dalam waktu dekat, para developer game yang umumnya masih duduk di
bangku kuliah itu akan mendemokan game ciptaanya di depan walikota Makassar,
Moh.Ramdhan Pomanto.
“ Kami
sudah sampaikan hasilnya ke pak Wali, dan beliau sangat ingin menemui anak –
anak Makassar yang dianggapnya brilian itu “ lanjutnya.
Di
situs resmi GGJ 2016, di tampilkan lima profil game yang di ciptakan anak –
anak Makassar, diantaranya, Where's the past yang di buat oleh tim Akatsuki,
Food worship diciptakan oleh tim The
Hungry Jamers, Nova Galaxy yang di buat
oleh tim Marble Eight, Rock Jump Game oleh tim Masimoko, serta
game The santet oleh tim The Sembarang.
“ The
Santet bercerita tentang tokoh utama yang terkena santet. Untuk memainkannya, tokoh utama harus
menemukan api untuk menuju ke level selanjutnya. Jadi misinya melepaskan diri
dari santet yang membelenggunya di dunia lain. Jika berhasil melewati setiap
level, dia akan terbebas dan kembali ke dunia normal, tapi jika gagal, tokoh
utama akan terjebak selamanya dan berakhir dengan bunuh diri “ ujar Kasmir
Syariaty, salah satu anggota tim The Sembarang yang menciptakan game The
Santet.
Sementara
itu game where the Past yang di ciptakan oleh tim Akatsuki bercerita tentang
seorang pria yang di kirim ke masa lalu untuk melakukan perbaikan demi mencegah bumi dari kepunahan
di masa depan. Game ini masih dalam versi beta dan dibuat dengan model trilogy.
Organizer Makassar Global Game Jam 2016, Fordyta Abubakar saat di konfirmasi di RSI MTP menjelaskan hasil pelaksanaan GGJ 2016.
“
Hingga sekarang jumlah game yang di apload dari seluruh kota pelaksana GGJ di
dunia sebanyak 6661 buah game dan angkanya masih terus bertambah. Semua game
yang di buat tahun ini bertema “ ritual “ sesuai keputusan panitia utama yang
ada di kota California, USA “ ujar Fordyta.
Para
peserta Makassar GGJ 2016 umumnya masih berstatus mahasiswa yang berasal dari
sejumlah perguruan tinggi yang ada di kota Makassar.
“
Banyak talenta baru yang muncul. Bahkan tidak semuanya berlatar pendidikan
computer. Mudah – mudahan ini perkembangan positif untuk developer game di kota
Makassar kedepannya “ ujar Fordyta yang beberapa waktu lalu sukses membawa
timnya meraih juara tiga di ajang kompetisi game tingkat nasional di Institut
Teknologi Bandung.
Untuk
diketahui, saat ini industri game di kenal memiliki prospek yang sangat
menjanjikan untuk di geluti. Bayangkan saja,
Game Clash of clan ( CoC ) yang begitu familiar di kalangan pecinta game
di Indonesia mampu meraup keuntungan 27 milyar perharinya. Bahkan game
sederhana flappy bird yang di ciptakan oleh seorang anak muda asal Vietnam
sempat menyihir para pecinta game di Indonesia. Konon, game ini mampu
menghasilkan uang bagi penciptnya sekitar 600 juta rupiah perhari.

0 komentar:
Posting Komentar