Untuk anda yang sedang berusaha
menguruskan badan, sangat disarankan untuk tidak dulu mendatangi kota Makassar.
Apalagi jika daya sabar anda terhadap makanan enak masih tergolong lemah, maka
berpikirlah untuk menginjakkan kaki di kota terbesar di timur Indonesia ini.
Aneka jenis makanan penggugah selera yang merupakan karya kuliner yang
diwariskan sejak turun temurun oleh para leluhur bugis makassar ini, akan menjadi
magnet yang akan merusak seluruh disiplin diet yang telah anda jaga ketat selama
ini.
Kuliner Makassar sudah
tersohor sejak dulu. Bahkan, pemerintah setempat menempatkan kuliner sebagai
salah satu bahan promosi wisata dalam menarik kunjungan ke kota anging mamiri
ini. Hanya kota Makassar yang pernah mencatatkan rekor unik dengan menyajikan
panggangan pisang epek sepanjang 300 meter, yang di mulai di depan rumah
jabatan walikota Makassar hingga di jalan pasar ikan,di acara festival losari,
minggu ( 16/11/2014 ). Museum Rekor dunia Indonesia ( Muri ) mengganjarnya
dengan selembar sertifikat untuk panggangan pisang epe terpanjang. Ini ditambah
dengan catatan rekor membakar pisang epe terbanyak dengan memanggang 7.070
pisang.
Bukan cuma sekali MURI di
buat takjub oleh kota asal para pemberani ini. Sabtu pagi ( 28/10/2015 ), di anjungan
pantai losari, sajian penganan khas Makassar, pisang ijo dengan panjang 150
meter kembali mengancam program diet ratusan pengunjung salah satu pantai
terindah di Indonesia ini. Betapa tidak, sebanyak 93 varian menu pisang ijo
yang terbentang pada wadah plastik di atas meja panjang sangatlah menggoda
selera makan kita.
Pernah juga, di suatu minggu
yang pagi di tahun 2011 di pantai losari. Ratusan orang berkumpul hanya untuk
menikmati kebersamaan dengan keluarga sambil menikmati kue buroncong yang lagi –
lagi di masak secara massal di pantai kebanggaan warga Makassar itu. Waktu itu,
sebanyak 29.500 kue buroncong berhasil di buat oleh 58 pedagang buroncong yang
datang memasak secara bersama – sama. Aksi ini juga berhasil masuk rekor MURI
sebagai penyajian kue buroncong terbanyak di Indonesia. Kue khas tradisional
Makassar ini terbuat dari adonan terigu, santan, dan parutan kelapa. Adonan
lalu di panggang menggunakan cetakan berbentuk setengah lingkaran menggunakan
kayu bakar.
Terkait kekayaan kuliner di
Makassar, salah seorang budayawan ternama, Asdar Muis semasa hidupnya kerap
menjadikan makanan sebagai daya pancing untuk mengajak teman – temannya datang
ke Makassar. Lelaki tambun yang di kenal sangat mahir menulis dan membaca esai
ini sering berkelakar tentang kota nya, “ disini, berhenti makan hanya waktu
tidur saja “ .
Bukan hanya Asdar, Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto yang juga dikenal sebagai seorang arsitek, menggambarkan kuliner Makassar ibarat minum obat, yang memiliki jam dan waktu – waktu yang tertentu.
Bukan hanya Asdar, Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto yang juga dikenal sebagai seorang arsitek, menggambarkan kuliner Makassar ibarat minum obat, yang memiliki jam dan waktu – waktu yang tertentu.
Berikut ini pembagian waktu
kuliner untuk 24 jam di kota Makassar. Sebelum pukul enam pagi, anda akan
disajikan bassang ( nasi jagung ) dan
juga buroncong. Memasuki pukul tujuh pagi, makanan yang di sajikan beda lagi,
yakni nasi kuning. Melewati pukul tujuh hinggah tengah hari, giliran coto yang akan
mengintimidasi selera makan anda. Diatas pukul sepuluh, sop saudara menjadi
incaran. Untuk makan siang anda, aroma sop kepala ikan atau pallukaloa akan
membangkitkan kembali semangat anda. Memasuki waktu sore hingga lepas senja,
hidangan konro akan menjadi teman setia menyongsong malam. Di malam hari,
jangan berharap lidah anda akan istirahat untuk mengecap. Mie titi atau mie
kering harus anda coba sebagai penghangat malam. Pun saat anda hendak beranjak ke
tempat tidur, songkolo begadang ( nasi ketan di taburi ikan teri kering ) tidak
boleh anda lewatkan begitu saja.
Melihat fakta ini, pertanyaan
untuk anda yang lagi gemar makan sedikit, masihkah anda berani ke Makassar ?.




0 komentar:
Posting Komentar