Kota
Makassar semakin kuat menancapkan identitasnya di kancah pergaulan dunia.
Setelah sukses menggelar ASEAN mayors Forum 2015, kali ini di dunia tekhnologi,
Makassar di percaya sebagai satu dari 600 kota di dunia menyelenggarakan Global
Game Jame ( GGJ ) 2016, yang akan di
helat secara serentak selama tiga hari, jumat – minggu (29-31/1/2016).
GGJ adalah event tahunan membuat game terbesar di
dunia yang diadakan secara serentak di 600 kota di 78 negara dunia. Di
Indonesia, ada Sembilan kota yang di tunjuk sebagai penyelenggara, dan Makassar
sebagai satu – satunya kota di luar pulau jawa.
“ Saya
melihat ini kebanggaan untuk Makassar, termasuk juga kebaggaan kepada anak –
anak muda kita yang kembali menunjukkan karakter muda Makassar yang sebenarnya,
cerdas dan berani, termasuk di kancah dunia “ ujar Walikota Makassar, Muhammad
Ramdhan Pomanto saat di ruang kerjanya, rabu ( 27/1 ).
Danny
meminta seluruh developer game Makassar untuk tampil semangat membuat karya
aplikasi game yang menarik tanpa meninggalkan karakter lokal Makassar.
“ Ini
event internasional, saya minta ke anak – anak kita membuat game menarik dengan
tetap memunculkan karakter lokal ini. Ini juga sinyal ke dunia Internasional
bahwa sumber daya Makassar sudah siap dan tidak main – main dalam membangun smart
city “ lanjut Danny.
Sementara
itu di tempat berbeda, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kota Makassar,
Muhammad Ismounandar menjelaskan sejumlah persiapan yang dilakukan dalam
menyambut event ini.
“ Insya
Allah kita siap. Termasuk lokasi yang di pilih yakni di rumah software
Indonesia Makassar Technopark yang ada di area kantor kami. Computer dengan
spesifikasi yang memadai untuk menjalankan aplikasi yang berat kita siapkan
termasuk juga jaringan internet yang berkecepatan tinggi “ ujar Ismounandar.
Pihaknya
juga mengaku telah berkordinasi dengan pihak dinas kesehatan kota Makassar
untuk menyiapkan tenag medis selama event berlangsung.
“ Anak –
anak kita itu akan bekerja di depan computer selama tiga hari tiga malam tanpa
jeda. Tentu saja daya tahan tubuh sangat riskan mengalami penurunan, makanya
kita siapkan tim medis dari dinas kesehatan “ lanjut nya.
Kendati pertama
kali di gelar di Makassar, namun animo developer game dan juga aplikasi di
Makassar sangat besar menyambut acara tahunan ini. Bahkan, ada juga jammer
(peserta) game jam yang datang dari luar developer.
“Animonya sih di
luar dugaan, ada beberapa yang daftar di luar lingkaran game dev,” ungkap
Fordyta Abubakar, organizer dari GGJ 2016 Makassar.
Selain membuat
karya, lewat acara ini game developer
memiliki kesempatan untuk berkumpul, menuangkan kreativitas, berbagi
pengalaman, dan mengekspresikan diri dengan membuat game.
“ Selama
ini, mungkin kita hanya sering mendengar aktivitas developer game di Pulau
Jawa saja. Namun bukan berarti developer game di luar Pulau Jawa hilang dari
radar. Akhir-akhir ini, developer game asal Makassar pun mulai naik
daun seperti Maningo dan Hi Clay “
lanjutnya.
Sebelumnya, Maningo studio, game developer asal Makassar
sukses meraih juara tiga pada ajang kompetisi game tingkat nasional yang di
gelar Institut teknologi Bandung.




0 komentar:
Posting Komentar